October 14th, 2014
Anak itu titipan dari Allah. Maka jangan kau titipkan lagi kepada orang lain.
Pengasuhan anak ibarat utang piutang. Apa yang tidak diberikan orang tua di masa kecil, maka anak akan menagihnya di usia remaja dengan perilaku yang menyebalkan.
October 12th, 2014
gak tau kenapa„ pengen re-blog aja :)

gak tau kenapa„ pengen re-blog aja :)

(via the-absolute-best-posts)

October 9th, 2014
r-e-t-o-r-i-k-a-g-i-t-a:


Words and coffee (by Vassilis Triantis)


*melelehhh*Cowo keren itu kalo :1. Baca buku2. Debate 3. Pegang camera4. Maen futsal:)))

sama maen ama anak-anak, itu juga keren ^^)
nemenin ibu, kakak ato adeknya pergi juga keren :D
banyak se kriteria cowo keren :D
hahaha

r-e-t-o-r-i-k-a-g-i-t-a:

Words and coffee (by Vassilis Triantis)

*melelehhh*
Cowo keren itu kalo :
1. Baca buku
2. Debate
3. Pegang camera
4. Maen futsal

:)))

sama maen ama anak-anak, itu juga keren ^^) nemenin ibu, kakak ato adeknya pergi juga keren :D banyak se kriteria cowo keren :D hahaha

(Source: beckisbookshelf)

October 8th, 2014

catatanbesarku:

a-distant-stranger:

#muslimApologies

we’re very berrryy soorry :D ngiahahaha

(via thanthowy)

chelseavidia:

Suka bangett.

(Source: rraaaarrl)

October 5th, 2014

Ya Rabb…Jikalau tahun ini kami baru mampu berpuasa Arafah, maka izinkan tahun depan kami wukuf di Arafah.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1435H.

(via achislife)

Amiiinnnnnn..

(via r-e-t-o-r-i-k-a-g-i-t-a)

Aamiin … semoga tahun-tahun ke depan regulasi per-Haji-an semakin membaik, biar tidak terlampau lama menunggu giliran bagi yang telah mampu.

(via jalansaja)

(via jalansaja)

October 2nd, 2014

mari menata hati lagi
meyakinkan diri lagi
jeda lagi
melangkah lagi
:’)

secangkirkopikita:

Beberapa Maaf Untuk Beberapa Terimakasih
Terimakasih sudah mau berucap cinta
Terimakasih sudah mau membagi rindu
Terimakasih sudah mau menjadi bagian dari diriku
Terimakasih sudah mau memperlihatkan padaku bahwa warna tidak hanya hitam dan putih saja
Terimakasih sudah merelakan tubuhmu untuk kupeluk
Terimakasih  telah sudi kutitipi hati
Terimakasih telah merelakan pipi juga rambutmu untuk kuciumi
Terimakasih untuk hal-hal baru yang kutemukan saat bersamamu
Terimakasih sudah meluangkan banyak waktu untukku, untuk kita
Terimakasih telah menghadirkan debar-debar tak biasa
Terimakasih sudah membuatku merasa benar-benar dibutuhkan
Terimakasih pernah mau menjadi imam di beberapa sholatku
Terimakasih sudah membuat aku bahagia dengan tidak menjadi orang lain
Maaf aku selalu mengatakan aku mencintaimu
Maaf aku selalu mengatakan aku rindu dan ingin bertemu
Maaf aku membuatmu jenuh
Maaf aku mengecewakanmu
Maaf aku gagal membuatmu bahagia
Maaf aku sudah tidak lucu lagi hingga kau tak mau tersenyum
Maaf untuk rencana meromantiskan semesta yang telah gagal
Maaf aku masih ingin tertawa bahagia bersamamu
Maaf aku masih ingin menggelitiki pinggangmu
Maaf aku masih ingin memeluk tubuhmu
Maaf aku masih ingin bersandar di bahumu
Maaf untuk rasa cemburuku padamu kepada yang bukan aku
Maaf aku masih ingin sholat dengan kamu sebagai imamnya
Maaf aku tidak bisa melepaskanmu semudah aku jatuh cinta padamu
Maaf untuk segala ketidakwarasaan padaku yang selalu berusaha mempertahankanmu dalam kepala


terima kasih telah melepaskan saya begitu mudah
terima kasih telah berbaik hati menyediakan tempat nyaman kemarin
 terima kasih telah memaksakan diri baik-baik saja di hadapan saya 
terima kasih telah bersabar untuk hal-hal yang tidak semestinya
maaf untuk segala kelakuan
maaf telah memaksa
maaf untuk semua luka

secangkirkopikita:

Beberapa Maaf Untuk Beberapa Terimakasih

Terimakasih sudah mau berucap cinta

Terimakasih sudah mau membagi rindu

Terimakasih sudah mau menjadi bagian dari diriku

Terimakasih sudah mau memperlihatkan padaku bahwa warna tidak hanya hitam dan putih saja

Terimakasih sudah merelakan tubuhmu untuk kupeluk

Terimakasih  telah sudi kutitipi hati

Terimakasih telah merelakan pipi juga rambutmu untuk kuciumi

Terimakasih untuk hal-hal baru yang kutemukan saat bersamamu

Terimakasih sudah meluangkan banyak waktu untukku, untuk kita

Terimakasih telah menghadirkan debar-debar tak biasa

Terimakasih sudah membuatku merasa benar-benar dibutuhkan

Terimakasih pernah mau menjadi imam di beberapa sholatku

Terimakasih sudah membuat aku bahagia dengan tidak menjadi orang lain

Maaf aku selalu mengatakan aku mencintaimu

Maaf aku selalu mengatakan aku rindu dan ingin bertemu

Maaf aku membuatmu jenuh

Maaf aku mengecewakanmu

Maaf aku gagal membuatmu bahagia

Maaf aku sudah tidak lucu lagi hingga kau tak mau tersenyum

Maaf untuk rencana meromantiskan semesta yang telah gagal

Maaf aku masih ingin tertawa bahagia bersamamu

Maaf aku masih ingin menggelitiki pinggangmu

Maaf aku masih ingin memeluk tubuhmu

Maaf aku masih ingin bersandar di bahumu

Maaf untuk rasa cemburuku padamu kepada yang bukan aku

Maaf aku masih ingin sholat dengan kamu sebagai imamnya

Maaf aku tidak bisa melepaskanmu semudah aku jatuh cinta padamu

Maaf untuk segala ketidakwarasaan padaku yang selalu berusaha mempertahankanmu dalam kepala

terima kasih telah melepaskan saya begitu mudah

terima kasih telah berbaik hati menyediakan tempat nyaman kemarin

terima kasih telah memaksakan diri baik-baik saja di hadapan saya

terima kasih telah bersabar untuk hal-hal yang tidak semestinya

maaf untuk segala kelakuan

maaf telah memaksa

maaf untuk semua luka

(via azzahraaulya91)

October 1st, 2014
secangkirkopikita:

Beberapa Maaf Untuk Beberapa Terimakasih
Terimakasih sudah mau berucap cinta
Terimakasih sudah mau membagi rindu
Terimakasih sudah mau menjadi bagian dari diriku
Terimakasih sudah mau memperlihatkan padaku bahwa warna tidak hanya hitam dan putih saja
Terimakasih sudah merelakan tubuhmu untuk kupeluk
Terimakasih  telah sudi kutitipi hati
Terimakasih telah merelakan pipi juga rambutmu untuk kuciumi
Terimakasih untuk hal-hal baru yang kutemukan saat bersamamu
Terimakasih sudah meluangkan banyak waktu untukku, untuk kita
Terimakasih telah menghadirkan debar-debar tak biasa
Terimakasih sudah membuatku merasa benar-benar dibutuhkan
Terimakasih pernah mau menjadi imam di beberapa sholatku
Terimakasih sudah membuat aku bahagia dengan tidak menjadi orang lain
Maaf aku selalu mengatakan aku mencintaimu
Maaf aku selalu mengatakan aku rindu dan ingin bertemu
Maaf aku membuatmu jenuh
Maaf aku mengecewakanmu
Maaf aku gagal membuatmu bahagia
Maaf aku sudah tidak lucu lagi hingga kau tak mau tersenyum
Maaf untuk rencana meromantiskan semesta yang telah gagal
Maaf aku masih ingin tertawa bahagia bersamamu
Maaf aku masih ingin menggelitiki pinggangmu
Maaf aku masih ingin memeluk tubuhmu
Maaf aku masih ingin bersandar di bahumu
Maaf untuk rasa cemburuku padamu kepada yang bukan aku
Maaf aku masih ingin sholat dengan kamu sebagai imamnya
Maaf aku tidak bisa melepaskanmu semudah aku jatuh cinta padamu
Maaf untuk segala ketidakwarasaan padaku yang selalu berusaha mempertahankanmu dalam kepala

secangkirkopikita:

Beberapa Maaf Untuk Beberapa Terimakasih

Terimakasih sudah mau berucap cinta

Terimakasih sudah mau membagi rindu

Terimakasih sudah mau menjadi bagian dari diriku

Terimakasih sudah mau memperlihatkan padaku bahwa warna tidak hanya hitam dan putih saja

Terimakasih sudah merelakan tubuhmu untuk kupeluk

Terimakasih  telah sudi kutitipi hati

Terimakasih telah merelakan pipi juga rambutmu untuk kuciumi

Terimakasih untuk hal-hal baru yang kutemukan saat bersamamu

Terimakasih sudah meluangkan banyak waktu untukku, untuk kita

Terimakasih telah menghadirkan debar-debar tak biasa

Terimakasih sudah membuatku merasa benar-benar dibutuhkan

Terimakasih pernah mau menjadi imam di beberapa sholatku

Terimakasih sudah membuat aku bahagia dengan tidak menjadi orang lain

Maaf aku selalu mengatakan aku mencintaimu

Maaf aku selalu mengatakan aku rindu dan ingin bertemu

Maaf aku membuatmu jenuh

Maaf aku mengecewakanmu

Maaf aku gagal membuatmu bahagia

Maaf aku sudah tidak lucu lagi hingga kau tak mau tersenyum

Maaf untuk rencana meromantiskan semesta yang telah gagal

Maaf aku masih ingin tertawa bahagia bersamamu

Maaf aku masih ingin menggelitiki pinggangmu

Maaf aku masih ingin memeluk tubuhmu

Maaf aku masih ingin bersandar di bahumu

Maaf untuk rasa cemburuku padamu kepada yang bukan aku

Maaf aku masih ingin sholat dengan kamu sebagai imamnya

Maaf aku tidak bisa melepaskanmu semudah aku jatuh cinta padamu

Maaf untuk segala ketidakwarasaan padaku yang selalu berusaha mempertahankanmu dalam kepala

(via ffadhillah)

bagaimana melepaskanku begitu mudah bagimu tuan?
adakah luka yang pernah diri ini semat, hingga kau tak mau menoleh sejenak?
atau memang diri ini tak layak untuk kau perjuangkan?
teruntuk tuan
kamu berkali-kali memintaku pergi
aku berkali-kali memintamu kembali
yipyip
akhirnya berhasil merajut kopiah
*alhamdulillah :)

yipyip
akhirnya berhasil merajut kopiah
*alhamdulillah :)

Berkali-kali muak. Dua kali lipat dari berkali-kali tadi kembali jatuh hati padamu. Sialan.
(via melisalalala)
haha
kayaknya semua sama ya untuk yang katanya dinamakan “jatuh cinta”